Siang ini perjalanan hidup terasa sangat melelahkan, harapan dan
angan-angan hilang begitu saja, tak tau ntah critra apalagi yang akan
terjadi esok hari. Perjalanan menemani seorang teman pada hari ini untuk
menjumpai kekasih yang diidamkan ternyata tak membuahkan hasil (hahaa,
rada narsis, red). Berangkat dari modal semangat dan ceritra serta
harapan yang di berikan kekasih ternyata tak seindah dan semanis
nyanyian lisannya yang hanya berhenti pada kerongkongan dan
tenggorokannya saja.
Indah dan sangat manis ucapan yang di mainkan oleh
lisannya, namun nyanyian yang begitu merdu tersebut tak senada dan
seirama dengan nyanyian yang dimainkan oleh hati dan perbuatannya.
Sehingga nada yang terdengar sebelumnya menjadi tak indah lagi untuk
didengarkan.
Hadiah dan oleh-oleh yang dibawa akhirnya tak jadi di
berikan disebabkan melihat keadaan dan memutuskan untuk membuangnya di
jalan (hehhe sungguh sayang, tapi diam” hadiah itu q ambil dan q simpan
dalam tas). Teman ini murung dan tak banyak komentar selama perjalanan
pulang. Hati q menjadi risau karana ia seolah putus harapan dan memacu
kendaraan dengan begitu kencang. heheh namun q coba memberi saran untuk
rehat sejenak di sebuah masjid sambil menunggu waktu zuhur tiba.
Alhamdulillah ternyata ia setju dan dengan pelahan memutar arah dan
kembali melaju dengan perlahan.
Sesampainya di mesjid kami melihat lalu lalang orang berjalan, hilir
mudik kendaraan terdengar seolah juga ingin ikut tuk meramaikan suasana
siang yang amat panas dan menggerahkan. Kami duduk disebuah pohon yang
lumayan rindang, di bawah pohon tersebut juga ada seorang ibu yang
sedang kipas kipas tampak kepanasan,, hehehe,,,, kami duduk dan memberi
salam, mendengar salam kami ibu tersenyum lalu menjawab salam dari
kami. Wa’alaikum salam naak,,,,,… darimana naak?? Biasa bu,, hehehe jalan jalan ja nie,, kami menjawab sambil tersenyum ^_^
Melihat q asyik berbicara dengan ibu tadi, teman yang
galau ini izin untuk mencuci muka supaya lebih segar dan tenang
katanya.. setelah teman yang galau tadi berlau, q mencoba mencairkan
suasana dengan ibu tadi, dalam saat asyik bercerita q menjadi teringat
pada hadiah yang q simpan di dalam tas tadi, q pikir-pikir “daripada hadiah ini kembali lagi ke rumah ada bagusnya juga kalau q berikan pada ibu ini”,,,, hehehe dengan raut wajah yang agak kaget (lumayan tekejut lah lebih tepatnya,,) ibu tadi bertanya “untuk apa adx memberikan hadiah itu kepada ibu, kan kita baru ketemu?? Heumm mampus aqu,, “dalam hati bergumam” namun dengan spontan juga q jawab,,,
ini awalnya milik seorang teman tadi,,,, dia mau memberikan hadiah ini
kepada kekasihnya, namun karna sesuatu dan lain hal, maka ia memutuskan
untuk tidak memberikan dan lebih memilih untuk “membuangnya” daripada
hadiah ini sia sia, lyaa jadi diam-diam saya ambi lagi saa kami hendak
pulang tadi, dan akhirnya kami bertemu dgn ibu, dan saya mengambil
inisiatif untuk memberikan hadiah ini kepada ibu,,,, emmmmm tapi maaf ya
bu,,, bukan maksud saya menyindir atau apalah namanya, dgn saya
memberikan hadiah ini kepada ibu. Ya,,, smoga ja ini ada manfaanya dan
berkah ^_^.
Dengan senyum akhirnya ibu itu menerimanya,,,lalu dengan tidak
menunggu lama ibu itupun langsung membuka untuk mengetahui apa isinya,,
hehehe q yg menjadi dag dig dug,,,,karna q juga tak tau apa isinya,,,
dalam hati terus komat kamit,, smoga ja tetap barang yang
baik…Alhamdulillah akhirnya ketahuan juga ternyata isinya sbuah bros
untuk di pakai di sebuah jilbab.. hehe ibu tadi pun langsung berucap,,
masya Allah,,sungguh indah hadiah ini, pasti tadi mau diberikan pada
seseorang yang telah mengindahkan hatinya ya,,, hehehe ternyata ibu itu
juga punya selera humor yang tinggi..
Karana teman tadi lama tak kembali dan mengingat waktu zuhur masiih
lama 45 menit lagi, q mencoba bercerita dan berbicara lebih banyak
kepada ibu tadi,,,, karna wajahnya yang taduh dan menyejukkan, q ingin
berbicara dan smoga ja da nasehat dan pengalaman yang akan bliau
bagikan,, hehehe ternyata benar,,, setelah ibu tadi puas melihat dan
memandangi bros tersebut, bliau masukkan bros tersebut dan mengeluarkan
sesuatu dari dalam kantongnya dan memberikan barang tersbut kepada q,,,
bliau bilang, kita tukaran hadiah ja ya nak,,, ibu tak enak kalau nak yusba berikan sesuatu tapi ibu tak membalasnya,,,,
hehe ya begitulah kira kira ucapan ibu tadi… lalu dengan sedikit
memaksa bliau memberikan hadiah yang hampir sama dengan yang tadi. Apa
boleh buat tak enak menolak rezeki, dan akhirnya q trima sambil
tersenyum dan mengucapakan terimaksih ibu.
Kemudian bliau melanjutkan ceritranya sambil memberikan naesahat kepada yang muda,, bliau mengatakan bahwa : heumm,,,,
berhati hatilah nak,, hidup di zaman yang sudah modern ini yang sedikit
banyak telah merubah wajah kehidupan di sekitar kita. Tapi walaupun
keadaan berubah namun masih banyak jiwa yang belum berubah,,, masih
banyak orang yang belum menjadi manusia, orang adalah orang dan mansuia
adalah manusia, awalanya kita adalah orang karna kita masih kecil dan
blum mengetahui apa apa,
Namun seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan yang
ada pada diri kita seharusnya kita telah menjadi mansuia sperti yang di
ajarkan dan dicontohkan oleh Nabi kita. Tapi kenyataannya hal itu
jarang dan sedikit sekali terjadi banyak dari kita yang lebih memilih
menjadi orang, dan orang tak mempunyai rasa, rasa apa saja itu, hehe
karna ia hanya mementingakan dirinya atau kelompoknya, naahhh,,,, hal
ini tak ada bedanya dengan makhluk Allah yang lain, yang hidup hanya
untuk urusan perut dan yang ada di bawah perut, maka dari itu naak,,,,,
jadilah manusia, sebab manusia mempunyai rasa dan rasa inilah yang
membuat kebaikan dan perbaikan itu tetap dinamis sedangkan orang tak
mempunyai rasa… dan kamu juga jaangan khawatir, hidup, pertemuan,
langkah, rezeki dan maut sudah di tetapkan,. Tapi ingat semua itu tak
akan ada gunanya kalau kita menggunakan, memanfaatkan dan mendapatkannya
dengan cara cara yang tak baik. Dan belajarlah untuk hidup ikhlas,
caranya!!, jangan pernah mengharap dan menentutkan sesuatu pada makhluk.
Di beri Alhamdulillah tak di beri juga Alhamdulillah. Bismillah ja lah
naak,,,, dan tolong bilang sama teman kamu tadi ya,, hehehe kalau jodoh
g kan kemana,,mungkin sekarang dia sedang bersama dengan orang lain.
Oleh
karnanya jaga diri baik baik dan berdoalah maka Allah akan menjaga
jodohmu dan juga jodoh temanmu atau siapa saja hehehe sebagaimana kamu
atau temanmu menjaga dan mempersiapkan diri untuk jodoh tadi…
tersenyumlah,, hidup ini tak seburuk dan sesempit yang ada, lihatlah,,,,
dalamnya laut bisa di ukur. Begitu juga dengan gunung, dan lainnnya
tapi naak… ada satu yang tak bisa di ukur??? Apa itu??? Q bertanya.. hehe hal
itu adalah hati…tak ada yang bisa mengukur sedalam apa dan seleber apa
baik dan buruknya hati kita. Orang hanya bisa mengukur dan menjajaki
kita dari cover yakni akhlak dan tingkah laku. Karna itu jagalah 2 hal
tadi, yakni dengan cara beramal serta berakhlak dengan ikhlas. karana
itu hiduplah dengan hati yang bersih, ikhlas dan bersabarlah. Nanti pada
akhirnya juga akan indah selama kamu dan kita menjaga amal dan akhlak
dalam hidup dan kehidupan ini.
Dan hukum alam
itu tetap akan berlaku. Baik akan ketemu dengan baik tapi juga ada yang
ketemu tak baik karan ia terlena dan meeutup mata serta telinga dari
kenyataan yang ada. Dan terakhir ni, sbelum kita shalat, heheh g booosan
kan dengar cerita dan omongan dari ibu,, hehehe ya jgn terlalu didengar
kali, ini juga hanya omongan dan pembicaraan rehat sambil menunggu
waktu zuhur tiba. Yaa kalau ada yang nyangkut satu dua yaaa
alahmdulillah hehehe…
Sebelum berpisah q ucapkan terima kasih pada ibu itu.
karana sudah mau dan berbagi banyak pengalaman hidup yang tak q dapatkan
sebelumnya dan akhirnya kami berpisah setelah mendengar azan
berkumandang. Heum,,, ya begitulah kira kira ceritra yang kami dapatkan
dalam perjalanan dan rehat di salah satu mesjid di wilayah metro dolar.
Memang bukan perjalanan yang jauh tapi juga tak begitu dekat. Hanya
melewati beberapa tempat dalam wilayah provinsi… semoga bermanfaat bagi
kami dan yang kebetulan membaca tulisan ini. ^_^
Mengerti sama dengan Paham. Paham sama dengan Menghayati. dan Mengahayati merupakan ilmu (keahlian) yang di miliki oleh seseorang yang berfungsi sebagai penerang jiwanya,, dan jika Jiwa(hati) sudah terang maka hidayah pun mudah masuk.. mari kita berbagi dan saling mengingatkan sesama,, Supaya kita juga Bisa selamat sama-sama di Alam sana .
Senin, 25 Maret 2013
Senin, 18 Februari 2013
Kerajaan Jasad II
Khayalan Kedua
Hehe…
keterusan ni,,, pengen nulis truss apa yang ada dalam pikiran. Insya Allah
membawa manfaat dan berkah bagi kami dan pembaca yang kebetulan ja lewat ke
rumah kami ini hehehe…
Mumpung
suasana masih adem ayeum, jadi pikiran juga masih adem, yaa jari-jari juga
mudah merespon isi pikiran sehingga menjadi bentuk tulisan.Suasana pagi ini
sangat sejuk, semalem baru turun hujan, mendung, kemudian hujan lalu kehidupan
baru juga mulai bermunculan tentunya dengan ragam bentuk dan pola yang berbeda.
Yaaa x ja kerajaan yang kita pimpin bisa tumbuh dan berkembang menjadi sebuah
kerajaan yang makmur.
Sebelumnya kita telah bercerita tentang sebuah
kerajaan yang makmur dan damai, serta cara menjadikannya seperti itu. Kemudian
untuk membuat kerajaan menjadi sebuah kerajaan nan damai dan makmur, maka
kuncinya adalah zikir dan pikir. Rakyat (hati) harus terus selalu berzikir
kapanpun dan dimanapun rakyat itu berada. Begitu juga dengan raja (otak/akal),
ia harus terus berpikir karena sesaat saja raja berhenti berpikir, maka
kerajaan itu akan di masuki oleh penyusup yang di bawa oleh rakyatnya sendiri.
Penyusup itu adalah (setan,red), hehehe yaa setan adalah penyusup yang sangat
berbahaya.
Setan dengan
senantiasa selalu menunggu di luar wilayah kerajaan, ia terus memantau dan
dengan “sabar” menunggu momen yang tepat untuk masuk dalam wilayah kerajaan.
Ketika sudah tepat momennya maka habislah semuanya.
Kerajaan akan
menjadi kacau, suasana terus memanas, kejahatan terus terjadi dan merajalela
sehingga memenuhi isi kerajaan. Rakyat di sekap, dan raja di lengserkan. Pihak
sekutu yang punya misi menguasai daerah sekutunya. Hehehe…. Ya begitulah
kira-kira. Saat misi telah berhasil maka sekutu ini akan sangat senang, ia
berpesta pora merayakan kemenangan.
Pesta pora
yang berkepanjangan akan membuat wilayah kerajaan menjadi kacau, sehingga
rakyat juga terpecah menjadi beberapa kelompok, rakyat (hati) yang pemarah
(nafs amarah), rakyat yang labil (nafs lawwamah) dan rakyat baik dan bener
(nafs muthmainnah).
Yaa…
setidaknya 3 jenis rakyat itulah yang mendiami dalam kerajaan yang kita pimpin.
Sejauh mana rakyat yang baik dan bener ini pandai mengajak dan meyakinkan
saudaranya yang labil itu tetap berada pada kebaikan dan perbaikan, maka selama
itu pula posisi raja (akal) masih tetap aman, dan kondisi kerajaan juga masih
bisa di amankan dari pihak-pihak yang mencoba dan ingin terus menghancurkan
kerajaan.
Tapi kalau
kondisi rakyat yang baik dan bener itu sedang sakit (sedikit berzikir) maka di sanalah
peran sekutu untuk masuk dan mulai melancarkan serangan bersama para rakyat
yang pemarah, di lancarkan hasutan dan “adu domba” kepada para rakyat yang
labil kemudian langsung mendemo raja. Untuk demo yang pertama mungkin banyak
raja yang sanggup dan bisa meredamkan suasana yang memanas dilingkungan
kerjaannya, namun jika rakyat yang pemarah tadi beserta sekutunya terus menerus
melakukan aksinya (berdemo) maka mau tak mau pada akhirnya sang raja pun
menuruti dan mengiyakan permohonan rakyat yang pemarah, dan labil serta pihak
sekutu (setan, red).
Apabila
kondisi itu terus menerus terjadi, maka kerajaan tersebut menjadi tak seimbang,
di akibatkan suasana yang memanas terus menerus. Sehingga rakyat yang baik dan
bener itu pun ikut menjadi imbas, ia lari dari kerajaan atau mungkin
mengasingkan diri sejenak yaa,,, hehehe lalu raja pun “lengser” buat waktu yang
tak tau sampai kapan,. Hehehe.
F-3. 19
Februari 2013.
Kerajaan Jasad
Khayalan Pertama
Rintik hujan
mulai menari di atap rumahku. Hembusan angin membuat rintik hujan menjadi
bermakna, seolah, menari dan bernyanyi di atap rumah ku, meramaikan suasana
malam yang penuh berkah. Silih berganti menari dan terus berkejaran tak
berhenti. Tak tau apa yang q pikirkan, tiba-tiba saja pikiran ini menerawang ke
dalam diri betapa indahnya Tuhan menciptakan diri (jasad) ini.
Kita semua mempunyai
bentuk fisik yang sama, tapi ntah mengapa diri ini tiba-tiba saja menerawang
tentang bentuk jasad ini, mempunyai system dan cara kerja yang begitu indah dan
sistematis. Mulai dari segi letak, fungsi dan kerja. Setiap anggota dalam jasad
seumpama sebuah kerajaan. Yaa kerajaan,, hehehe
Ntah mengapa
pikiran ini tiba-tiba saja membayangkan bahwa jasad ini adalah seperti sebuah
kerajaan, yang antara satu dan lainnya saling membutuhkan. Kita pasti telah
mengetahui bahwa yang namanya kerjaan pasti mempunyai seoarang pemimpin dan
juga masyarakat yang dipimpin dan pastinya wilayah pemerintahan atau
kerajaanya.
Dalam jasad
ini 3 hal tersebut telah ada, jasad atau fisik adalah wilayahnya. Otak atau
akal adalah Rajanya dan hati adalah rakyat atau masyarakat yang di pimpinnya.
Sebuah kerajaan atau sebuah pemerintahan akan berjalan dengan damai dan tentram
serta makmur apabila rakyat dan raja memunyai keselarasan dan kesesuaian. Bila
hal itu tak ada, maka yang terjadi adalah ketidak seimbangan.
Ketidak
seimbangan itu bisa saja terjadi di karenakan ada rakyat yang menyimpang dan
penyimpangan itu di sebabkan oleh rakyat itu sendiri, rakyat yang rusak
dikarenakan tak di bekali oleh pengetahuan yang baik dan benar, pa bekal
rakyat? Zikir, yaa, bekalnya adalah zikir, zikir akan membuat rakyat (hati)
menjadi baik sehingga akan memberi masukkan dan kritikan yang membangun untuk
rajanya (akal) tapi kadangkala ada juga rakyat yang rusak di akibatkan kelalainnya
sehingga dengan mudahnya ia di hasut oleh pihak sekutu yang ingin menghancurkan
kerajaan tersebut yakni (setan, red).
Semua itu tak
melulu muncul dari rakyat tapi kesalahan dan kehancuran itu juga bisa saja
terjadi karana rajanya juga tak mempunyai bekal yang baik dan belum siap untuk
menjadi raja. Apa bekal raja? Ilmu, ya ilmu di dapatkan dari hasil dan proses
berfikir, ketika rakyat berzikir dan raja berpikir maka keselarasanlah yang
timbul dan muncul sehingga timbullah suasana kerajaan yang asri, damai, sejuk
dan teratur serta seimbang.
Keteraturan
akan menjadikan suasana dalam kerajaan seimbang, keseimbangan akan membawa pada
kemakmuran dan memang pada akhirnya kemakmuranlah yang diharapkan oleh setiap
kerajaan karena dengan kemakmuran, ketentraman dan kedamaian itu akan datang.
Ayooo… hahaha
setiap kita punya wilayah, setiap kita raja dan setiap kita juga rakyat. Hehehe
Pikir dan Zikir adalah kunci yang dapat membuka dan masuk ke dalam kerajaan nan
damai dan makmur.
Asam Peutik, 17 Februari 2013
Minggu, 10 Februari 2013
Sekedar Menghibur
Baik dan buruk
Dalam menjalani hidup ini kita
sering kali “mengomel” tak beraturan dan tak tau arah, kadangkala kita memarahi
sesuatu tak ada sebab musababnya. Namun kita seringkali memarahi dan
menyalahkan diri sendiri dengan sangat terlalu dan di lain waktu kita juga
sering memuji diri sendiri dengan berlebihan.
Di satu waktu kadang kita
menertawakan kebodohan diri kita tapi juga di waktu yang lain kita menangisi
diri kita sendiri. Tak tau apa sebabnya kita terus saja dan seringkali
mengulang hal–hal demikian itu. Secara sengaja maupun tidak, suka maupun tidak,
langsung maupun tak langsung.
Eniwei, kita semua pasti
mempunyai keyakinan yang sama bahwa dalam hal jodoh orang baik nantinya juga
akan ketemu dan berpasangan dengan orang baik pula. Begitu juga sebaliknya.
Namun juga sering terjadi malah sebaliknya ada orang yang “ baik “ namun ia
berpasangan dengan orang yang “tak baik”.
Apa yang bisa menyebabkan hal itu
terjadi? Kenapa bisa demikian? Apakah itu juga bagian dari cerita hidup yang
harus di lalui? Bahkan ada juga yang memberikan argumen bahwa itu adalah
takdirnya…
Hmmmmm…… tak taualah,, tapi
terlepas dari semua itu bahwa konsep baik dan tidak baik itu nantinya akan
tampak dan jelas pada masanya. Pada masanya kita akan menyadari bahwa memang
benar bahwa orang yang baik nantinya juga akan berpasangan dengan orang yang
baik pula.
Tapi pada kenyataannya, kita
sering menemui pasangan yang bertolak belakang antara kualitas sifat dan
tingkah lakunya. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Hal itu di karenakan
orang tersebut terlalu “memaksa” untuk bersanding dengan orang yang tak baik,
sering kali “terpaksa” di setujui untuk mengikat dalam satu hubungan resmi dalam
agama dengan oran yang tak baik.
Lalu ketika penyakit jenuh telah
merasuk dalam sanubari dan pikiran. Kala bosan menghampiri dan percekcokan sering terjadi, ia bertanya,,,,
Mengapa aku yang baik ini besanding dengan orang yang tak baik?????
Hmmmm g da orang yang masuk dan
menyelami kesulitan yang sebelumnya tak mau menerima nasehat dan juga peringatan.
Hehe namun kita sering kali menghiraukan bahkan juga mencemooh dan
menjelek-jelekkan nasehat karena kita sudah “merasa” benar.
Itu sebabnya kadang ada orang
yang datang kepada kita yang merasa “benar dan baik” ini dengan memberi pertanyaan langsung yang
menusuk hehehe ia bertanya dengan kesal hehe “kalau kamu demikian benar, kenapa
hidupmu belum begitu baik?? Naah tuu kan,,, haha
Tidak ada kebahagian di luar
kebaikan, bukan baik dengan baik tapi itu semua di sesuaikan dengan
kesesuaiannya dan juga permintaannya masing-masing. Selamat berjuang demi
kebaikan dunia dan akhirat.
metode induktif
Kelebihan
Model Pembelajaran Induktif
- Pada model pembelajaran induktif guru langsung memberikan presentasi informasi-informasi yang akan memberikan ilustrasi-ilustrasi tentang topik yang akan dipelajari siswa, sehingga siswa mempunyai parameter dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
- Ketika siswa telah mempunyai gambaran umum tentang materi pembelajaran, guru membimbing siswa untuk menemukan pola-pola tertentu dari ilustrasi-ilustrasi yang diberikan tersebut sehingga pemerataan pemahaman siswa lebih luas dengan adanya pertanyaan-pertanyaan antara siswa dengan guru.
- Model pembelajaran induktif menjadi sangat efektif untuk memicu keterlibatan yang lebih mendalam dalam hal proses belajar karena proses Tanya jawab tersebut.
Kelemahan
Model Pembelajaran Induktif
- Model ini membutuhkan guru yang terampil dalam bertanya (questioning) sehingga kesuksesan pembelajaran hampir sepenuhnya ditentukan kemampuan guru dalam memberikan ilustrasi-ilustrasi.
- Tingkat keefektifan model pembelajaran induktif ini, jadinya-sangat tergantung pada keterampilan guru dalam bertanya dan mengarahkan pembelajaran, dimana guru harus menjadi pembimbing yang akan untuk membuat siswa berpikir.
- Model pembelajaran ini sangat tergantung pada lingkungan eksternal, guru harus bisa menciptakan kondisi dan situasi belajar yang kondusif agar siswa merasa aman dan tak malu/takut mengeluarkan pendapatnya. Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai secara sempurna.
- Saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran induktif, guru harus telah menyiapkan perangkat-perangkat yang akan membuat siswa beraktivitas dan mengobarkan semangat siswa untuk melakukan observasi terhadap ilustrasi-ilustrasi yang diberikan, melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. Dengan metode ini maka kemandirian siswa tidak dapat berkembang optimal.
Minggu, 28 Oktober 2012
Otak Udang Part II
Hehe,,
kemarin sore tak sengaja telinga ini mendengarkan sebuah pengajian rutin yang
di laksanakan di sebuah balai,, yaa,,,itung-itung ngisi waktu sore, jadi ikut
nimbrung ja skalian ^^.
Sang
Guru dengan penuh semangat menjelaskan dan meyakinkan para pendengar yang
mendengarkan wejangannya, (pengajiannya). Panjang lebar beliau menjelasakan dan
menceritakan tentag masalah-masalah mu’amalah, salah satu dari sekian banyak
cerita yang beliau ceritakan, ada satu cerita menarik yang ingin kami bagikan
kepada para pembaca yakni tentang “orang yang berakal dan tidak berakal..” beliau menjelaskan bahwa ketika kita berbicara
tentang akal. Pasti langsung terbesit dan terbayang dalam benak kita tentang
orang yang mempunyai akal sehat alias tidak gila, dan kita juga pastinya telah
mempunyai ukuran tersendiri untuk mengukur
apakah seseorang itu punya akal yang bagus ataupun tidak? Gila atau tidak? Dan
seterusnya.
Selama
ini yang menjadi ukuran kita untuk mengukur seseorang itu berakal atau tidak
adalah dari segi fisik dan mentalnya saja.
Selama
ini, kita mengukur akal seseorang itu dari ucapannya, kalau kita jumpa dengan
orang yang tutur katanya bagus,, ucapannya mempunyai intonasi yg baik, ada nada
naik turunnya sehingga indah ketika di dengar,, ucapan dan bicaranya puitis,
lalu kita mengatakan.”Ooo pintar x dia, hebat betul dia.
Selama
ini, kita mengukur akal seseorang itu dari prestasinya, kalau dia pemenang
lomba dari sini dan dari sana hehe lalu mendapatkan sertifikat penghargaan
tentang sebuah prestasi, mendapatkan nobel tentang suatu hal.. lalu kita
mengatakan wuuaaaah hebat betul akal si polan itu.
Selama
ini, kita mengukur akal seseorang itu dari titelnya,, ketika ia mendapatkan beasiswa
S1 dari sini, S2 dari sana,S3 dari ini, mendapatkan gelar Guru Besar di bidang
tertentu,, lalu kita mengatakan heummm hebat betul orang itu, sungguh luar
biasa akalnya.
Apakah
betul demikian itu, mengukur standar akal dan tidak berakal yg slama ini kita
lakukan.? Lalu bagaimana juga kita mengukur standar berakal atau tidak
berakalnya seseorang itu?
Nabi kita Muhammad SAW telah memberikan jawaban yg sangat jelas
mengenai hal ini, sebagaimana dalam salah satu sabdanya yakni “Dari Syaddad bin Aus.
Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda:“Orang yang berakal adalah orang yang
dapat mengalahkan hawa nafsunya,dan beramal untuk setelah kematian.Orang yang
lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya,dan berangan-angan kepada
Allah”.(Hadits riwayat Imam at-Tirmidzi).
Hehe…
ketika mendengarkan hadis itu di ungkapkan oleh Sang Guru, hati ku langsung
bertanya pada otak,, “hei,,, kau masuk katagori yang mana? Yang pertama kah,
atau yang kedua? Ahahaha…. Hanya senyuman yang keluar dari wajah ku.
Yaa..
begitulah kita manusia ini,, kadang menang dan kadang juga kalah, tapi yang
sering terjadi pada diri kita adalah jarang menang dan sering kalah.. hahah
menangnya dikit tapi kalahnya hamper stiap hari.
Soooo….
Sekarang kita dah punya ukuran sendiri dan punya standar minimal nuntuk
mengukur berakal atau tidak berakalnya kita, yaa, minimal untuk mengukur diri
sendiri aja laa, apakah diri ini termasuk orang yang berakal atau tidak? Kalau
kita sering mengikuti dorongan dan bisikkan hawa & nafsu berarti kita masuk
katagori orang yang g berakal walaupun sebenarnya kita punya akal dan g gila… hahaha…. Hidup itu pilihan mas broo…. Di akhir pengajian sang guru
mengungkapkan kalimat dan ungkapan yang ringan tapi dalem maknanya “Pilihla
bibit yang bagus lalu tanam dan rawat ia supaya dapat menghasilkan sesuatu yang
dapat di nikmati kemudian hari”..^^
Nurul Haramain,
Aspek,
28 Oktober 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
