Tampilkan postingan dengan label Sekedar Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekedar Catatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Januari 2016

Mengapa Kita Belum Bisa Menghafal Al-Qur’an?



 (Part II)
Malas? Bukan malas, penyebab yang menyebabkan kita g hafal qur’an hanya satu kata yaitu IBLIS, hehehehe benerkan? Yeaa yg jawab bener berarti ketauan tu, mencari “kambing hitam” ahahaha..... Iblis,,, ya iblis..
Siapa itu iblis?
Iblis, smoga Allah melaknatnya, ia yang telah berhasil memalingkan kita dengan keberhasilan yang sangat luar biasa, ia sukses menjauhkan kita dari Kalam Pencipta, ia berhasil membuat sebagian besar umat Islam g baca qur’an melainkan hanya waktu ramadhan tiba. Setiap kali kita berkeinginan dan akan membuka serta membaca qur’an, iblis mengingatkan kita pada pekerjaan yang belum siap. Mengingatkan pada keluarga, dengan istri, dengan suami, dengan gaji, dengan pesanan, dengan dagangan, dengan pesan (SMS, Whatshap, Line, BBM yang baru masuk), dengan makan siang, makan malam, ahahaha. Sungguh sangat sukses si Iblis menggoda dan menjauhkan kita dengan Kalam sang Pencipta, jika kita membacanya, kadang kita tidak memahaminya, jika kita memahaminya kadang kita g merenunginya.
Iblis sangat pandai dan telah berhasil membuat kita mampu beralasan dengan alasan yang telah kita sebutkan sebelumnya, tapi kenapa? Kenapa iblis menjerumuskan dan melalaikan manusia dari membuktikan dan melakukan keinginan baiknya. Cieeee,, ahahaha biasa ja luuu,,, jgn lebai kali,,, maklum laaa... over... hhahaha yaa... Mungkin jawaban yang sering kita dengar dan baca di banyak media masa, jawaban dari pertanyaan tersebut sangatlah sederhana, yakni dengan kembali bertanya, siapa musuh pertama manusia? Jawabanya adalah Iblis. Apa Tujuannya? Memasukan smua manusia ke dalam Neraka. Sampai-sampai iblin pun bersumpah “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka smuanya, (Q.S.Shad : 82).
Gimana cara iblis merealisaikan tujuannya? Caranya hanya satu, membuat manusia lupa, ya lupa,, lupa pada siapa? Lupa pada harta, keluarga, anak, istri, suami, pekerjaan? Bukan, bukan itu, ia membuat kita lupa pada Sang pencipta, maka strateginya ia mencabut zikir (mengingat) kepada Pencipta dari jiwa jiwa kita., dari hati kita, dari hidup kita, dari tiap jam dalam hidup kikta. Lalu apa kaitannya dengan qur’an? Ya karena Qur’an adalah kalamullah, dan qur’an adalah zikir yang paling agung. Bagiamana iblis membuat kita lupa dari mengingat Pencipta? Caranya hanya satu, yaitu mendatangkan was-was, ya perasaan was-was. Hahahaha.... peranah merasakan ?? sering? Wuaah,,,, gede bener iblisnya yooo hahaha,,,,, yups... Kita di buat was-was, khawatir, sehingga kita menomor duakan qur’an. Dan mengmabilnya ketika kita dalam himpitan.
Lalu gimana solusinya supaya kita bisa keluar dari penyakit was-was? G perlu di kasi tau juga uda tau,, hehehe yaaa.... solusi dan obat yang tepat keliar dari was-was adalah qur’an. Kita sadar akan hal itu, kita tau akan hal itu, namun berapa banyak dari kita yang melakukan dari apa yang kita tau? Melakukan dari apa yang kita paham? Hemmm,,,, sangat sedikit.
Kebanyakan dari kita banyak yang melakukan sesuatu hanya karena nafsu, yaa,, dorongan nafsu sesaat yang membuat kita nikmat dan melupakan hakikat. Kemudian menyesali, berjanji tak kan mengulangi, namun setelah beberapa hari berlalu kita kembali lalai, dan lupa dengan janji kita pada diri kita sendiri. Tanpa kita sadar, kita juga telah menjadikannya (iblis) sebagai teman akrab kita, dalam keseharian kita, ya,,, sadar maupun g sadar, iblis telah kita jadikan sebagai teman, bahakan cara-caranya juga telah banyak kita praktikkan dengan “bungkus” yang beragam modelnya.
Lalu apa solusinya? Solusinya ya qur’an,,, hahaha lagi lagi kembali ke qur’an,, g puas? Mau jawaban lain? Coba jawab pertanyaan ini. Mau pilih qur’an atau setan(yg melalaikan) menjadi teman? Apakah sekarang kita sudah tau kenapa iblis g pernah meninggalkan kita walau sejenak bersama qur’an? Apa sekarang kita uda tau apa penyebab di balik kita meninggalkan qur’an? Apa sekarang kita sudah sadar kenapa kita g bisa hafal qur’an?
Ya bukan maksud hati mau mengkambing hitamkan si kambing yang sudah hitam ya,,, ahahaha tapi memang iya kan?? Iblis telah membuat kita sibuk dengan dunia, membuat kita lalai dengan perhiasannya sehingga rasa itu masuk ke dalam dada, ke dalam hati kita. Yang pada akhirnya kita lupa untuk menyiapkan bekal akhirat, lupa untuk berinvestasi untuk kehidupan yang abadi. Kalau kita uda tau, mari,,, maka marilah berlindung kepada Allah dari Iblis yang berita tentang pelaknatannya telah kita ketahui semenjak kita duduk di bangku sekolah dasar, namun pada bangku sekolah menengah dan atas, kenapa kita lupa pelajaran itu? apalagi ketika sudah dibangku kuliah dan pernikahan,, hehehmmmm.... berusaha dan serahkan usaha itu pada yang maha mengetahui segala urusan ya, dan mendekati qur’an dengan segenap kecintaan dan kerinduan pastinya.
Namun pasti masih ada yang kurang puas yaaa, kox iblis yang di jadikan kambing hitam tentang kegagalan kita g bisa membaca dan menikmati qur’an apalagi mengahafal dan mengamalkannya.. tentu, dan pasti ada sebab lain, ya memang, tapi sebab utamanya kita harus tahu dulu,, uda tau kaan,,, nanti kita lanjut pada tulisan berikutnya yaa,,,,, belum bosankan? ku harap pembaca g bosan  hehe.. c u

Wasssalam
Asam peutik, 11 januari 2016
22. 30 wib.



Minggu, 10 Januari 2016

PERANAN SUMBER DAYA ALAM, PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN TANTANGAN MASA DEPAN

PERANAN SUMBER DAYA ALAM, PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
DAN TANTANGAN MASA DEPAN

BAB I. PENDAHULUAN .
Pertanyaan yang selalu menggoda kita adalah sejauh manakah kemampuan daya dukung sekarang? Sanggupkah ia menopang generasi yang akan datang?. Pertanyaan ini perlu diajukan oleh karena masa depan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari keadaan lingkungan masa kini bahkan masa lalu. Jawaban atas baik buruknya lingkungan dimasa depan bergantung pada usaha-usaha generasi sekarang dalam mengelola sumber daya alam. Jangan harap akan tercipta ataupun tersisa lingkungan masa depan yang serasi apabila sekarang kehilangan kearifan dalam mengolah sumber daya.
Jadi, makna tanggapan masa depan disana bukanlah berarti masalahnya harus dihadapi generasi masa datang nanti melainkan menjadi tanggung jawab terutama generasi masa kini. Pembangunan berkelanjutan adalah terpenuhinya kebutuhan generasi sekarang tanpa mengurangi kesempatan generasi masa depan menikmati sumber daya alam dalam kondisi yang tak kalah baiknya dari generasi sebelumnya. Dengan perkataan lain, dalam konsep pembangunan berkelanjutan "Secara inherent" sudah memuat soal tantangan itu dan tanggung jawabnya sekaligus.
Kita ketahui bersama sejumlah sumber daya alam sudah mulai menipis, terutama sumber daya yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak bumi dan bahan mineral lainnya, generasi yang akan datang kemungkinan tidak akan bisa menikmati sumber daya alam sejenis itu apabila dari mulai sekarang efisiensi kurang apalagi tidak ditempuh sama sekali.
Tidaklah salah kalau pepatah mengatakan bahwa bumi ini bukanlah warisan dari nenek moyang, tetapi titipan anak cucu kita. Apabila generasi sekarang tidak mampu mencegah terjadinya lubang lapisan ozon yang semakin meluas serta mengendalikan pemanasan global ditambah lagi tidak dapat mengurangi penyusutan keaneka ragaman hayati, akibat ulah tangan manusia dulu dan sekarang, boleh jadi generasi masa datang hanya menemukan bumi yang kering kerontang, bahkan tidak dapat hidup sama sekali.
Sumber daya dalam pengertian ekonomi adalah suatu "input" dalam suatu proses produksi. Defenisi lain dikatakan sumber alam adalah unsur-unsur lingkungan alam, baik fisik maupun hayati, yang diperlukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya.

II. SUMBER DAYA ALAM.
Sumber daya yang menjadi kendala tersebut secara umum bisa dikategorikan kedalam sumter daya lahan, manusia, modal, teknologi, informasi dan energi. Sumter daya ini tidak lain merupakan faktor produksi atau masukan dalam suatu proses produksi. Jika faktor tenaga kerja, modal, informasi dan teknologi berasal dari manusia, maka yang merupakan pemberian alam adalah sumber daya dan energi.
Salah satu kelemahan dari pengelolaan sumber daya alam dinegara-negara berkembang barangkali adalah usaha mengejar pertumbuhan ekonomi dengan cara menguras secara besar-besaran dari sumber daya alamnya tanpa memperhatikan akibat sampingan. Akibatnya mereka harus membayar mahal dengan semakin rusaknya lingkungan. Misalnya untuk membuat tambang suatu sumber daya alam yang berada di hutan, banyak hutan dan susunan tanahnya menjadi rusak akibat dipangkasnya tanah yang menutupi bahan tambang dan setelah itu hasil tambangnya diambil lokasi tempat penebangan tadi sampai berhektar-hektar dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi.
Dalam pembangunan memang selalu timbul apa yang disebut dengan "Backwash effect" dimana akibatnya dari adanya pembangunan pada suatu tempat akan terjadi akibat negatif, tapi dalam hal ini usaha kita adalah meminimalkan efek negative tersebut. Dibangunnya waduk-waduk juga dapat menimbulkan efek yang negative misalnya dalam bidang kesehatan dapat meledaknya jumlah hewan tempat hidup dari penyebab penyakit yang kita kenal dengan penyakit Schistomiasis, dimana cacing-cacing ini bertambah penyebarannya dengan bertambahnya populasi dari siput-siput.
Demikian juga pembangunan beberapa industri dapat menyebabkan tercemarnya air dari suatu danau atau sungai sehingga masyarakat yang selama ini tidak pernah banjir oleh karena adanya pembangunan didaerah tangkapan air (catcment area) maka daerah lain yang tadinya tidak kekurangan air menjadi kekurangan air.
Sejarah menunjukkan masyarakat bisa mencapai kemakmuran karena hasil manfaat dari sumber daya yang dimiliki. Simon Kuznets (1955) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi sayangnya dibatasi oleh kekurangan absolut dari sumber daya alam Namun tidak dapat disangkal, bahwa dengan adanya suatu pembangunan juga dapat memberikan peluang-peluang bagi berbagai usaha dan dapat membantu meningkatnya kesejahteraan masyarakat seperti yang kita harapkan bersama. Sebagai contoh yang sederhana dengan adanya suatu pembangunan satu tempat pemukiman disatu daerah maka akan kita peroleh efek yang berganda yang kita kenal dengan "Spread effect ". Dimulainya dari pembebasan tanah yang pada mulanya nilainya rendah tetapi dengan adanya rencana pembangunan tempat pemukiman disitu nilai tanah menjadi tinggi, kemudian dengan mulai pembangunan maka terseraplah kesempatan kerja bagi para pencari kerja baik kerja kasar maupun pekerja yang mempunyai ketrampilan khusus, disamping itu karena rumah-rumah ini dari tingkat sangat sederhana sampai yang mewah tentunya memerlukan bahan-bahan perlengkapan untuk menyiapkan rumah tadi sehingga berbagai pengusaha-pengusaha berkompetisi dalam memasok produk-produknya.
Dengan adanya pembangunan ini tidak dapat dielakkan lagi tentunya terjadi pengurasan sumber daya alam mulai dari yang berada disungai-sungai seperti, batubatuan. maupun dari industri-industri seperti semen dan dari hutan dengan hasilnya kayu, sebagai barang olahannya tentunya semua memerlukan pengendalian agar sumber daya alam tadi dapat juga lestari, disamping itu, juga dalam pemanfaatannya diperlukan penghematan dan tidak menimbulkan limbah yang siasia. Dari limbah-limbah tadi misalnya kayu-kayu potongan tadi dapat dipergunakan untuk keperluan-keperluan lain sehingga biaya produksinya pun dapat dikurangi seperti yang diharapkan oleh "Green Hanufacturing".
Disamping itu "Green Hanufacturing" juga mengarahkan agar kegiatan dalam industri yang lain juga dapat mengurangi terjadinya limbah yang tidak terpakai yaitu dengan merekayasa suatu barang dengan cara membuat komponen-komponen tertentu yang dapat menggantikan suatu komponen lain yang telah rusak, jadi suatu unit barang tidak akan menjadi limbah tetapi dengan mengganti sebagian komponennya sudah dapat dipergunakan lagi, Kita juga harus mengingat kembali bahwa adanya keterbatasan dari sumber daya ini, misalnya dalam berproduksi yang kita kenal dengan adanya satu hukum populer disebut "The Law of Diminshing Return" yang mengatakan bahwa tambahan hasil produksi dari tambahan masukan pada akhirnya akan menurun. Hal ini disebabkan kenyataan bahwa sebagian dari masukan seperti tanah sifatnya adalah tetap atau konstan. Secara tehnis, sama saja dengan menyatakan bahwa produk marjinal dari faktor yang bervariasi akan menurun sesudah titik tertentu.
Sebagai suatu contoh, pendapatnya yang pertama kali dikemukakan oleh Thomas Halthus bahwa kecendrungan alamiah dari penduduk adalah bertambah menurut deret ukur (1,2,4,6,8...) sedangkan produksi pangan bertambah menurut deret hitung (1,2,3, ...) dengan berjalannya waktu. produksi pangan perkapita akan menurun dan akhirnya menjadi kendala pada pertambahan penduduk berikutnya. Bertambahnya penduduk yang bekerja disebidang tanah yang terbatas akan menurunkan hasil produksi dan pendapatan perkapita sampai kebatas yang hanya cukup untuk sekadar dapat hidup.

HUKUM HASIL LEBIH YANG MAKIN BERKURANG
...........

Dilihat disatu pihak karena lahan terbatas ataupun tidak subur lalu disuburkan dan berproduksi tetapi di lain pihak masyarakat negara lain yang menjadi pangsa pasar kita itu tidak mau menerimanya.
Usaha diversifikasi, selain merupakan salah satu cara untuk menaikkan pendapatan petani juga diarahkan untuk memperluas sumber devisa, yaitu apabila hasil pertanian yang beragam itu bisa di eksport. Selain hal ini bergantung pada teknologi pasca panen yang oleh Presiden disebut sebagai "Masih merupakan tantangan dan menanti jawaban kita setepat-tepatnya ", juga berkaitan dengan masalah teknologi pengelohan hasil-hasil pertanian yang merupakan tantangan yang lebih besar lagi. Salah satu tujuan yang berkaitan dengan peranan strategis sector pertanian adalah penyediaan bahan baku sebagai salah satu basis industrialisasi khususnya dalam pengolahan hasil-hasil pertanian.
Usaha diversifikasi dan penanganan masalah pasca panen tersebut diatas memerlukan pemikiran untuk menciptakan sistem "Agribisnis" yang memerlukan paket kebijaksanan yang berbeda. Dengan sistem agribisnis dimaksudkan untuk mencapai dua tujuan yaitu menghasilkan bahan pertanian sampai ke pasar, termasuk penanganan masalah pasca panen. Kedua, menghasilkan salah satu factor produksi bagi sektor industri. Jadi dengan menciptakan dan membangun pabrikpabrik dan industri-industri untuk pengolahan hasil pertanian tadi. Para petani juga akan bertambah kesejahteraannya, walaupun untuk membangun baik agribisnis sampai dengan "Agro Industri" memerlukan modal, teknologi dan informasi dan tenaga kerja yang banyak. Hal ini dapat dengan memperoleh yaitu mengirimkan tenaga kenegara yang lebih maju agribisnis dan agroindustrinya.
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mencapai peningkatan penyediaan pangan atau kebutuhan pokok lain yaitu:
1. Kegiatan yang berorientasi pada perluasan areal panen atau lebih baik dikenal dengan program "ekstensifikasi" dengan jalan membuka dan mengusahakan areal-areal baru yang selama ini dibiarkan tidak produktif.
2. Melalui program peningkatan hasil persatuan luas atau dikenal dengan program "intensifikasi ".
3. Mencari kemungkinan sumber-sumber pangan baru yang dapat dimanfaatkan.
Dua cara yang pertama merupakan topik yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan sumber daya lahan, dalam upaya peningkatan produksi pangan melalui penggunaan lahan yang terencana dengan baik serta rasional.
Sedangkan cara ketiga adalah merupakan eksplorasi terhadap sumber-sumber pangan dan kebutuhan pokok lainnya yang selama ini belum dimanfaatkan serta penggunaan teknologi tinggi dan informasi. Misalnya bioteknologi dalam menghasilkan sumber-sumber pangan baru dan kebutuhan pokok lainnya.
Daerah yang subur untuk pertanian dapat dikatakan sudah hampir seluruhnya digarap dan diusahakan sehingga yang tersisa umumnya merupakan daerah yang relatif kurang subur. Akibat dari ini tentu harga produksi yang dihasilkan menjadi tinggi, sebagai akibat dari tingginya biaya sarana produksi yang diperlukan (misalnya untuk kapur, pupuk insektisida ataupun pestisida). Tetapi dari akibat diatas tadi muncul suatu dilema dimana hasil yang menggunakan bahan-bahan tadi tidak disukai oleh masyarakat yang telah mulai melaksanakan apa yang disebut dengan Green Consumer", dimana mereka tidak mau mengkonsumsikan bahan-bahan hasil produksi pertanian yang nyata sesudah diperiksa banyak mengandung zat-zat kimia yang telah dipergunakan untuk menaikan produksi tadi.

III. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN.
Pembangunan berkelanjutan ini tentunya tidak terlepas dari ekonomi pembangunan yang dapat diartikan sebagai bagian dari Ilmu ekonomi yang mempelajari bagaimana usaha manusia atau suatu bangsa meningkatkan taraf hidupnya melalui peningkatan pendapatan Nasional perkapita, retribusi pendapatan serta menghapuskan kemiskinan. Sedangkan yang dimaksud dengan pembangunan ekonomi adalah usaha-usaha bagaimana manusia atau suatu bangsa berusaha meningkatkan standar hidupnya ketaraf yang lebih baik dengan distribusi pendapatan yang lebih merata tanpa kemiskinan dan kebodohan bagi bangsa tersebut. Keberlanjutan pembangunan dapat didefinisikan dalam arti luas yaitu bahwa generasi yang akan datang harus berada dalam posisi yang tidak lebih buruk daripada generasi sekarang. Generasi sekarang boleh memiliki sumber daya alam serta melakukan berbagai pilihan dalam penggunaannya namun harus tetap menjaga keberadaannya, sedangkan generasi yang akan datang walaupun memiliki tingkat teknologi dan pengetahuan yang lebih baik serta persediaan kapital buatan manusia yang lebih memadai. Jadi yang pending dalam konsep ini adalah bahwa generasi sekarang maupun generasi akan datang tetap dalam keadaan terpenuhi kebutuhan hidupnya. Dapat diambil suatu kesimpulan pembangunan berkelanjutan bila tidak ada masalah ketidak merataan antar generasi (intergenerational inequality).

Pembangunan berkelanjutan tidak berarti pembangunan di bidang ekonomi saja tetapi seperti yang telah dicantumkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara pembangunan ekonomi harus didahulukan dengan asumsi bahwa keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi akan membawa berbagai kemudahan dalam pembangunan bidang-bidang lain. Dari uraian diatas tampak adanya konflik antara keberlanjutan pembangunan ekonomi dengan sumber daya, karena apa yang diperoleh oleh generasi muda akan datang adalah merupakan titipan dari generasi masa kini, jadi tanpa ada pengelolaan yang baik dapat kita bayangkan apa yang diutarakan oleh defenisi diatas tadi untuk meniadakan masalah ketidak merataan antar generasi tadi tidak akan terpenuhi. Namun bila keterkaitan antara kedua bidang tersebut diamati dan dipelajari dengan seksama, maka akan tampak bahwa keberlanjutan di kedua bidang itu akan saling mendukung dan menguntungkan. Pembangunan ekonomi berhasil berarti meningkatkan kemampuan masyarakat untuk melindungi lingkungannya.

IV. PENUTUP
Pentingya peranan sumber daya alam dalam pembangunan berkelanjutan, tanpa menghindari kepunahan dari sumber daya alam itu sendiri. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan dan pengendalian melalui berbagai usaha antara lain:
a. Pengambilan sumber daya alam tidak boleh melebihi tingkat pertumbuhan.
b. Kapasitas lingkungan dalam menyerap pencemaran tidak boleh berkurang.
c. Melestarikan fungsi lingkungan baik sebagai sumber bahan mentah maupun sebagai penampung limbah.
d. Menyatukan pemikiran ekonomi dengan ekologi.
e. Peran serta masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya lingkungan ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan.

BAHAN BACAAN
1. Reksodiprodjo, Sukamto, Pradono , Ekologi Sumber Daya Alam dan Energi, 1968, BPFE, Yogyakarta.
2. Suparmoko. M., Ekologi Sumber Daya Alam dan Lingkungan., 1994, BPFE, Yogyakarta.
3. Rahardjo Dawam, Perekonomian Indonesia.
4. Warta Kependudukan dan Lingkungan Hidup 1992, No.24 , Proyek Pengembangan Informasi dan Kependudukan Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup.
5. Bahan Kursus Kependudukan dan Lingkungan Hidup Tingkat Nasional, 14-19 Desember 1992. Surabaya.

Minggu, 14 Juli 2013

Festival Ramdhan II




Sama halnya seperti sebuah even perlombaan, ramadhan datang dan memberikan serta menyajikan beragam hadiah dan cendremata ruhaniyah bagi “atlit” yang mau mendapatkannya. Dan hadiah itu juga tak di berikan begitu saja oleh “Panitia / Yang Mengadakan Lomba”, syaratnya kita harus mendaftarkan diri dengan biaya islam dan iman, kemudian barulah kita bisa ikut serta dalam perlombaan yang ada dalam bulan ramadhan ini.
Apa saja lombanya? Banyak,,, hehehe praktek ibadah, membaca dan menghafal qur’an, belajar dan mengajarkan qur’an, sedekah, menolong sesama makhluk serta lomba yang paling utama adalah menahan diri dari lapar dan dahaga dan lebih dari itu yakni menahan diri untuk tidak melanggar peraturan-peraturan yang telah di tetapkan di dalam agama (selama even ini berlangsung), tidak hanya dari terbit fajar sampai terbenam matahari saja namun selama hari-hari pelaksanaan even ini berlangsung.
Sehingga nantinya setiap “atlit” mempunyai kesan yang positif dan nantinya juga tak menutup kemungkinan untuk setiap atlit dapat mengulanginya lagi sebagai bahan latihan ketika even ini selesai di laksanakan. ^_^
Namun yang disayangkan adalah adanya atlit-atlit yang tak mau mengikuti perlombaan padahal ia telah terdaftar dalam perlombaan. Ada juga yang ikut namun tak ada semangat, ia mengikuti lomba yaa…. hanya sekedar untuk memeriahkan lomba saja, hanya untuk meramaikan suasana lomba saja.  Huuu,,,, hehehe padahal di luar sana banyak atlit yang sangat ingin mengikuti perlombaan ini, namun,, saat even ini akan berlangsung ia telah meninggal dan tiada, tapi ada juga yang masih hidup namun ia sedang sakit, ia sedang tebaring di rumah sakit, atau sedang melakukan perjalanan jauh. Ada juga yang telah senior, ia sangaaat ingin sekali mengikuti dan ikut dalam lomba ini namun apa daya, tenaga sudah tak ada, ia tak mampu karena fisik sudah lemah dan daya juga tak kuasa untuk dapat mengikuti lomba, kalaupun ikut dapat mengakibatkan terpisahnya nyawa.
Hehe,,, oleh karena itu mari kita meriahkan dan sukseskan perlombaan ini dengan cara kita ikut berpatispasi dan peran aktif di dalam dan selama perlombaan ini berlangsung. Sehingga nantinya kita bisa menjadi atlit yang mendapatkan juara taqwa, kemudian mendapatkan hadiah tambahan berupa piagam lailatul qadr. Dan yang pastinya kita juga akan mendapatkan hadiah-hadiah hiburan lainnya.. ^_^
Cerita ini hanyalah sebuah cerita
Cerita yang telah kita jalani
Dalam kehidupan kita sehari hari
Sadar maupun tidak
Kita sering mengulangi
Cara-cara yang telah lalu
Sehingga kadangkala kita
Kehilangan rasa malu
Terhadap Yang Maha Tahu.
Lalu kita gagal untuk menjadi
Menjadi manusia yang hakiki.

Dsn Samudra, 15 Juli 2013

Senin, 18 Februari 2013

Kerajaan Jasad II



Khayalan Kedua
Hehe… keterusan ni,,, pengen nulis truss apa yang ada dalam pikiran. Insya Allah membawa manfaat dan berkah bagi kami dan pembaca yang kebetulan ja lewat ke rumah kami ini hehehe…
Mumpung suasana masih adem ayeum, jadi pikiran juga masih adem, yaa jari-jari juga mudah merespon isi pikiran sehingga menjadi bentuk tulisan.Suasana pagi ini sangat sejuk, semalem baru turun hujan, mendung, kemudian hujan lalu kehidupan baru juga mulai bermunculan tentunya dengan ragam bentuk dan pola yang berbeda. Yaaa x ja kerajaan yang kita pimpin bisa tumbuh dan berkembang menjadi sebuah kerajaan yang makmur.
 Sebelumnya kita telah bercerita tentang sebuah kerajaan yang makmur dan damai, serta cara menjadikannya seperti itu. Kemudian untuk membuat kerajaan menjadi sebuah kerajaan nan damai dan makmur, maka kuncinya adalah zikir dan pikir. Rakyat (hati) harus terus selalu berzikir kapanpun dan dimanapun rakyat itu berada. Begitu juga dengan raja (otak/akal), ia harus terus berpikir karena sesaat saja raja berhenti berpikir, maka kerajaan itu akan di masuki oleh penyusup yang di bawa oleh rakyatnya sendiri. Penyusup itu adalah (setan,red), hehehe yaa setan adalah penyusup yang sangat berbahaya.
Setan dengan senantiasa selalu menunggu di luar wilayah kerajaan, ia terus memantau dan dengan “sabar” menunggu momen yang tepat untuk masuk dalam wilayah kerajaan. Ketika sudah tepat momennya maka habislah semuanya.
Kerajaan akan menjadi kacau, suasana terus memanas, kejahatan terus terjadi dan merajalela sehingga memenuhi isi kerajaan. Rakyat di sekap, dan raja di lengserkan. Pihak sekutu yang punya misi menguasai daerah sekutunya. Hehehe…. Ya begitulah kira-kira. Saat misi telah berhasil maka sekutu ini akan sangat senang, ia berpesta pora merayakan kemenangan.
Pesta pora yang berkepanjangan akan membuat wilayah kerajaan menjadi kacau, sehingga rakyat juga terpecah menjadi beberapa kelompok, rakyat (hati) yang pemarah (nafs amarah), rakyat yang labil (nafs lawwamah) dan rakyat baik dan bener (nafs muthmainnah).
Yaa… setidaknya 3 jenis rakyat itulah yang mendiami dalam kerajaan yang kita pimpin. Sejauh mana rakyat yang baik dan bener ini pandai mengajak dan meyakinkan saudaranya yang labil itu tetap berada pada kebaikan dan perbaikan, maka selama itu pula posisi raja (akal) masih tetap aman, dan kondisi kerajaan juga masih bisa di amankan dari pihak-pihak yang mencoba dan ingin terus menghancurkan kerajaan.
Tapi kalau kondisi rakyat yang baik dan bener itu sedang sakit (sedikit berzikir) maka di sanalah peran sekutu untuk masuk dan mulai melancarkan serangan bersama para rakyat yang pemarah, di lancarkan hasutan dan “adu domba” kepada para rakyat yang labil kemudian langsung mendemo raja. Untuk demo yang pertama mungkin banyak raja yang sanggup dan bisa meredamkan suasana yang memanas dilingkungan kerjaannya, namun jika rakyat yang pemarah tadi beserta sekutunya terus menerus melakukan aksinya (berdemo) maka mau tak mau pada akhirnya sang raja pun menuruti dan mengiyakan permohonan rakyat yang pemarah, dan labil serta pihak sekutu (setan, red).
Apabila kondisi itu terus menerus terjadi, maka kerajaan tersebut menjadi tak seimbang, di akibatkan suasana yang memanas terus menerus. Sehingga rakyat yang baik dan bener itu pun ikut menjadi imbas, ia lari dari kerajaan atau mungkin mengasingkan diri sejenak yaa,,, hehehe lalu raja pun “lengser” buat waktu yang tak tau sampai kapan,. Hehehe.
F-3. 19 Februari 2013.